Sabtu, 02 April 2011

Kritikan atau Pujian

Mana yang Anda pilih dikritik atau dipuji?
Ada yang senang dipuji ada yang senang dikritik.
Hidup adalah pilihan.. Mau di kritik atau di puji semuanya sama..
Tergantung kita memandang sebuah kritikan dan pujian..
Senang atau tidaknya ditentukan oleh cara Anda melihatnya. Apakah itu seperti musibah besar? Seperti bencana yang datang tiba-tiba atau suatu simbol kehancuran diri. Atau Anda adalah salah satu orang yang dapat menerima kritikan layaknya pujian.
Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan bagi diri kita jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Ingat! kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Tidak ada manusia yang sempurna, bahkan seorang nabi sekalipun. Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik.
Banyak orang yang suka mengkritik tanapa tahu apakah Ia bisa melakukan yang lebih baik dari pada orang yang dikritik. Kebanyakan Ia tidak sadar atau hanya ingin menjatuhkan mental orang yang dikritiknya.
Dapat diambil contoh pada saat kita menonton pertandingan sepak bola. Menang atau kalah, pemain selalu mendapat kritikan dari penonton dan komentator, padahal belum tentu kepandaian mereka yang mengkritik sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan bola di lapangan. Orang suka mengkritik orang lain pasti suka mencari-cari kesalahan orang lain untuk dikritik. Biasanya orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain menganggap dirinya sudah sempurna.
Kritik memang pahit.. Tapi dengan begitu kita akan mengerti kelemahan-kelemahan dan kekurangan dari diri kita agar menjadi lebih baik..

Apa yang kamu lakukan jika dikritik?
Cobalah menganggap kritikan itu sebagai pujian! Bisakah?
Mengapa tidak! Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol perasaan kita.
Berikut ini adalah tips yang dikirimkan oleh sahabat saya yang mungkin dapat mengubah cara pandang anda.
1.    Ubah Pandangan Anda Terhadap Kritik

Tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang *masih peduli* kepada kita.
 Coba perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang harus mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui kelemahannya.
 Bayangkan jika Anda harus melakukan hal yang sama, mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengetahui kekurangan Anda! LoL. :-)
 Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.

2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik

Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Anda bisa belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri Anda. Bisa jadi kritik yang disampaikan benar adanya.

Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus sarankepada Anda. Tokh Anda tidak akan menjadi rendah dengan hal itu.

Justru sebaliknya, pendapat orang bisa jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru yang mendukung goal Anda.

3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!

Tanggapi kritik dengan bijak. Anda tidak perlu merasa marah atau memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua orang.

Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk ringan dalam mema'afkan seseorang. Anggaplah semua itu untuk perbaika yang menguntungkan Anda kelak.

Jangan pernah Anda balas kritik denga kritik. Karena hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran. Tidak ada gunanya...

4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^

Singkatnya, kita memang hanya layak dipuji jika sudah berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus keberanian Anda untuk menikmati kritik layaknya menikmati kue Anda.
Anda tidak berhak dipuji jika tidak bisa menerima kritikan.
Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila kita sudah melakukan sesuatu yang berharga.
So, jangan pernah bosan untuk memburu  kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan  lapang dada! :-)

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger